“ kita putus saja!!!”
kata-kata itu masih terngiang ditelingaku. Sebenarnya audy tak pernah menyangka akan terjadi seperti ini, dan bodohnya audylah yang mengucapkan kalimat itu. Tapi sekarang audy merasa kehilangan sesuatu yang amat berharga dalam kehidupannya. Dia sadar ternyata itu hanyalah emosi sesaat. Selama seminggu memang terasa lega bagi dirnya, namun setelah itu audy seakan menjadi wanita yang tak pernah tahu arti bahagia. Tetapi dibalik semua itu masih ada teman-temannya yang terus setia menemani hari-harinya.
1 hingga 2 bulan berlalu
tepat di koridor depan kelasnya kaki audy tersandung ketika hendak akan pergi ke kantin.
“aduh,” teriaknya
“maaf, maaf ngga sengaja, ada yang luka?” sahut pria yang seperti sengaja telah menabraknya.
“jalan jangan Cuma pake kaki doank, matanya dipake juga donk” tanpa basa basi audy memarahinya, karena jengkel.
“yeeeee tadikan dah minta maaf” dengan angkuhnya lelaki itu pergi tanpa permisi.
Masih terbayang jelas tampak belakang sesosok pria itu. Rasa penasaranpun tiba-tiba muncul dengan berbagai pertanyaan, siapa nama pria yang menabraknya tadi siang? Kenapa baru liat co itu ya? apa mungkin dia anak baru? ah aku juga kan baru masuk jadi siswa baru di sekolah ini. Pikirnya sejenak.
Lamunannya malam itu membuat tidurnya sedikit terusik.
Setelah putus dari Andra, cewek yang bernama lengkap Niken Claudy Axnanta ini atau yang lebih akrab dipanggil audy, nata, atau bahkan cukup dengan memanggilnya na ini memang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menyendiri dan merenung, dan kali ini yang menjadi lamunannya Cuma satu, yaitu masih tentang sosok pria yang telah menabraknya kemarin siang tepat pada jam istirahat.
“woooooy, ngelamun aja non,”teriak Tata membuyarkan lamunannya. Sahabat audy yang satu ini memang doyan betul bikin orang jantungan.
“ah iya nih ganggu aja, ada apa tumben datang mengunjungi kelas sang nona cantik” jawab audy, berlaga narsis depannya, dan kebetulan setelah masuk SMA mereka tidak lagi satu kelas seperti waktu jaman SMP dulu.
“jadi bener kamu lagi ngelamun, wah ngelamunin apaan nih? Pasti lagi ngelamunin bakalan ada pangeran cakep, gagah, memakai baju kerajaan dan mengunggangi kuda putih, yang bakalan jadi sesosok pria yang menggantikan posisi raja di hati sang puteri Niken Claudy Axnanta ini yaaa, betulkan begitu sang puteri?” godanya dengan tingkah yang genit.
“yaaa, agak mengarah kesana, tapi cowok itu masih misterius, dia Cuma datang tanpa sempat mengulurkan tangan untuk sekedar menyebut namanya atau membantu aku bangun yang terjatuh di depannya” cerita audy dengan spontan dan gayanya yang polos.
“apa? Sosok pria? Terjatuh? Kapan? Dimana? Wah klo begitu aku keduluan donk mo jodohin kamu ma seorang cowok yang cakeeeeeep n paaaaaaaling cakep seantero sekolahan ini” respon tata.
“iya, kemarin siang, ciri-cirinya dia berbadan ngga terlalu tinggi, putih dan memakai jaket berwarna hitam garis-garis kuning, tapi sayangnya muka tu cowok G begitu jelas diliat” dengan jelas audy menyebutkan ciri-ciri sosok pria yang misterius itu.
“ah…tu sech blom jelas, masih mau G aku kenalin ma target yang aku pilihin buat kamu, dia anak IPA sebelah namanya Aso, orangnya baik, cakep dan yang penting bisa bikin kamu buat lupain si Andra” kata-kata itu yang keluar dari mulut cablak tata untuk menjelaskan maksud kedatangannya ke kelas sahabatnya. Audy memang ngga bisa buat lupain Andra, dia terlalu baik buatnya, apa aku harus terus larut dalam kenangan bersamanya, aku blom mau mengenal siapapun, apalagi buat jadi cowok pengganti Andra, aku ngga siap.
“woooooy malah ngelamun lagi, gimana mau ngga?” lagi-lagi Tata membuat sahabatnya kaget.
“kamu doyan banget sih ngagetin orang, gimana klo aku jantungan coba?”
“tapi kan kamu blom jantungan na, jadi ngga papa donk, gimana na tawarannya, jawab donk? Mau apa G?” paksanya.
“mmmm gimana ya, klo cuma buat kenalan sih ya boleh-boleh ja” hanya jawaban itu yang keluar dari mulut audy.
“yaaaa gitu donk, tu baru namanya teman, ntar aku atur deh jadwal buat kalian ketemu, biar makin akrab gitu maksudnya,he.he.he dah ah laper nih mo makan dulu ah, dadah sobat, bae-bae ya jangan ngelamun mulu” ejeknya sambil pergi keluar kelas
“dasar otaknya cuma makanan doank, 10menit lagi masuk tuh” teriakku membalas.
Tuuuut….tuuuut….
“hallo, sapa neh?” tut.tut.tut
“yeee, nelp tapi ngga ngomong, orang-orang dah ngga tahu apa caranya buat ngomong di telp” omelku saat ada orang ntah sapa disebrang sana yang mencoba iseng.
Tralala..trilili..tralala..trilili
Tak lama bunyi sms pun terdengar
Tata
Malem tuan puteri, gmn?
k’Aso dah nelp tw xmx km lom?
Mmmm, mungkin ngga ya, yang tadi mo nelp tu sebenernya Aso, pria yang tadi siang diceritain Tata.
mank no pangeran yang dimaksud brapa nooon?
Tata
08561236580 tu no k’Aso
dan no yang tercantum dipanggilan masukpun menunjukkan no yang sama
oh iya ta no yang kamu maksud sempet masuk, tapi G ngomong
grogi kali dia mau ngomong sama puteri manis kayak gw.
Ha.ha.ha
makasih ya
perasaan penasaranku pada sosok Aso dan pria misterius yang menabrakku itu semakin menjadi-jadi, namun anehnya rasa penasaran itu memiliki perasaan yang sama.
Seminggu berlalu……………..
Tralala..trilili..tralala..trilili
Tata
Sorry na….ta lom sempet buat janji wat kamu bisa ktm m k’Aso
Dia lg sibuk buat tgs karya tulis..km tau kan klo dia lg sibuk wat persiapan UN ntar
Ok!!! G papa kok
balasku singkat
Padahal sebenarnya, aku begitu penasaran namun, perlahan rasa penasaran terhadap sosok Aso pun hilang, namun lain lagi dengan sosok pria yang misterius itu. Tak lama dari lamunanku itu, aku pun melihat sosok pria yang telah lama aku nantikan lagi kehadirannya, dengan cepat aku berlari kearah kelas Tata yang tidak begitu jauh dari tempat aku melihat pria itu.
“ taaa, itu tuh co yang pernah aku certain waktu itu sama kamu, cirri-cirinya sama persis, dia menuju kelasku lagi ta” dengan tergesa-gesa aku berbicara sambil menunjuk kearah dimana pria itu sedang berjalan.
“yang mana na…” cari Tata penasaran.
“itu, itu yang pake jaket putih, yang sedang jalan disebelah baju batik” jawabku terbata-bata karna takut sosok itu segera menghilang, namun apa yang terjadi, kenapa hati ini jadi deg, deg-an. Ya ampun co itu kenapa semakin mendekat kearah dimana aku berdiri sekarang.
“oooh jadi itu co yang kamu maksud” jawab Tata datar dan dengan senyuman kecilnya.
“kok kamu malah senyum-senyum sih, jangan-jangan kamu dah naksir duluan ya?” kataku terheran-heran.
“itu na yang namanya Aso”
“ya ampun jadi co yang nabrak aku waktu itu dengan co yang mau kamu kenalin itu adalah orang yang sama, dan co itu juga yang pergi tanpa minta maaf bahkan ngga sedikitpun nolong aku” omelku depan Tata.
“oh, jadi kamu suka apa dendam ma k’Aso na” Tanya Tata meledek.
“mmm, klo dia orangnya…pikir-pikir dulu deh” sahutku.
“bener nih ngga takut kecolongan” rayunya. Dan ternyata tanpa sadar sosok Aso pun sudah ada depan kelas Tata.
“hai, na…” katanya menyapaku tanpa melirik sahabatku.
“eh,,,hai” sahutku menyiku lengan sahabatku yang dengan santai berdiri disampingku tanpa memperhatikan apa yang telah terjadi disekitarnya, dan ternyata dia jugalah yang menyuruh Aso untuk segera datang ke kelasnya siang itu, karena ternyata dari tadi dia hanya mengotak atik Hpnya. Tapi ta kusangka pria itu tampak gagah dan begitu ramahnya setelah dia ada didepanku, senyumnya itu ya ampun apa ini co yang akan membuatku bisa melupakan Andra.
“kok malah pada diem gini sih, na kok km malah bengong, k’Aso ini baru selesai ngerjain tugas karya tulisnya, makanya baru sekarang dia bisa muncul lagi kepermukaan dan baru sekarang juga dia bisa nemuin kamu, bukan begitu k?” kata Tata menghidupkan suasana.
“ yaaa, begitulah kurang dan lebihnya, tapi sekarang juga masih harus ke pembimbing 2, jadi sekarang kita blom bisa lama-lama, nanti masih ada waktu buat ketemu lagi kan?” ya ampun mimpi apa aku semalam, kenapa aku tiba-tiba seperti orang bisu yang ta bisa mengeluarkan sepatah kata pun dan aku Cuma mampu untuk mengangguk saja. “aku pamit dulu ya” tepuknya pada pundakku.
“oh iya k” hanya kata-kata itu yang bisa aku keluarkan saat itu, suaraku tertahan untuk berbasa basi.
“woooooy gimana co nyebelin itu, sebenernya waktu itu dia sengaja nabrak kamu, tadinya dia pengen kenalan ma kamu, tapi kamu keburu ngomel-ngomel, jadi dia pergi tanpa mau nolong kamu, jadi sekarang kamu masih mau marah-marah ma dia” goda Tata
“aku tarik kembali omonganku, ternyata dia begitu ramah, sopan, dan yang terpenting dia taaaampaaan” teriakku spontan
“uuuuh dasar” Tata memukul kepalaku sambil berlari, akupun berlari untuk mengejarnya dan semua tentang Andra perlahan mulai menghilang dan nyaris ta ada lagi.
Dan pada akhirnya tanggal 18 maret 2006, menjadi awal kita memulai untuk menjalin hubungan yang lebih dari sekedar berteman. Dan bertepatan pula dengan bulan ke-6 aku putus dari Andra.
Ratna Cahaya Puri
